Software Kertas Kerja Elektronik

Dunia auditor atau akuntan publik adalah dunia yang penuh resiko, dan sekaligus tantangan. Seorang auditor dituntut untuk bisa melakukan analisa, menarik kesimpulan dan membuat keputusan dengan cepat dan akurat. Untuk itu, selain dituntut mempunyai kemampuan analytical skills yang tinggi, seorang auditor harus mahir menggunakan berbagai alat bantu.

Salah satu alat bantu untuk memudahkan auditor menarik kesimpulan audit adalah kertas kerja. Kertas kerja audit bukan masalah administratif bagi Audior. Standar audit mewajibkan auditor untuk mendokumentasikan langkah dan hasil kerja di kertas kerja audit. Kertas kerja di lapangan bukan hanya berperan sebagai alat dokumentasi, lebih daripada itu, kertas kerja adalah alat untuk berkomunikasi antar auditor. Kertas kerja yang baik adalah seperti buku cerita, dia bisa menceritakan apa yang dilakukan oleh auditor, apa yang ditemukan dan apa kesimpulan yang didapat. Sehingga misalkan ada seorang auditor yang ditengah jalan tidak bisa melanjutkan pekerjaan, auditor yang lain bisa meneruskan. Selain jadi alat komunikasi dan koordinasi, kertas kerja juga membantu partner audit (Bos nya KAP) untuk memberikan opini atau pendapat audit. Opini atau pendapat audit adalah hasil akhir dari suatu audit. Masalahnya dengan semakin kompleksnya bisnis dan transaksi yang dilakukan perusahaan, maka informasi yang didokumentasikan menjadi luar biasa banyak. Alih-alih mempermudah pekerjaan, seringkali membuat dan membaca kertas kerja menjadi pekerjaan yang menghabiskan banyak waktu.  Lalu apa solusinya?

Solusinya beberapa akuntan besar (biasanya disebut Big Four) membangun apa yang dinamakan kertas kerja elektronik.  Kantor afiliasi Big Four di Indonesia adalah sebagai berikut PwC, E&Y, KPMG, dan Delloitte. Mereka semua telah mengadopsi penggunaan kertas kerja elektronik. Beberapa keunggulan kertas kerja elektronik bisa dibaca disini. Namun umumnya kertas kerja elektronik tersebut dibuat pihak internal (in house) dan tidak dipasarkan secara umum. Contoh pengembangan kertas kerja di Pricewater House Cooper dengan menggunakan Lotus Notes dari IBM.  Salah satu alasannya karena di kertas kerja elektronik tersebut dibuat sesuai metodologi masing-masing kantor akuntan, yang satu dengan yang lain sering kali berbeda. Lalu bagaimana dengan kantor-kantor akuntan lainnya?

Ada beberapa solusi. Saat ini sudah ada vendor yang mengembangkan kertas kerja audit elektronik. Dua software yang paling terkenal adalah CaseWare dan ProAudit. Bagi beberapa kantor akuntan menengah membeli dan mengoperasikan software tersebut tentu tidak menjadi masalah. Namun bagi akuntan kecil tentu jadi masalah. Lagi pula seting CaseWare dan ProAudit adalah untuk penugasan audit di Inggris dan Amerika Serikat. Untuk bisa diimplementasikan di Indonesia tentu perlu beberapa penyesuaian. Namun masalahnya dua software diatas adalah closed source, artinya hanya provider lah yang bisa melakukan modifikasi.

Salah satu solusi yang bisa ditempuh oleh Kantor Akuntan-kantor akuntan di Indonesia adalah mengembangkan sendiri software kertas kerja audit elektronik dengan menggunakan platform open source. Mengapa menggunakan platform open source, karena kalau mengembangkan dari nol tentu butuh waktu dan sumberdaya yang besar. Ada beberapa platform open source  yang bisa dicoba antara lain Samba audit tools dan proyek lain di sourceforge.

Kemudian a

Tertarik jadi yang pertama yang mengembangkan?

4 comments

  1. Pagi bpk, saya puspita.klo untuk KAP menengah ke bawah pakai kertas kerja elektronik yang seperti apa ?dmn lingkup auditnya hanya nasional dan luas pengungkapnnya jg kecil.trims

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s