Mencatat dengan Efektif (Effective Notetaking Skills)

OLeh Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak

PENDAHULUAN

Proses belajar mengajar di Universitas sedikit banyak berbeda dengan proses belajar mengajar di SMA atau SMP. Proses tersebut tidak hanya terjadi di dalam kelas, ketika dosen mengajarkan materi, tetapi mencakup juga tutorial, praktikum, tugas kelompok, tugas individu, pembelajaran mandiri dan magang. Berbeda dengan pendekatan pengajaran di SMA dan SMP dimana materi dan bahasan sudah baku, di bangku kuliah anda diharapkan untuk aktif mencari informasi dan memiliki kemampuan untuk belajar mandiri.

Masing-masing proses belajar yang anda lalui, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, semuanya mengandung muatan informasi dan pengetahuan yang harus anda kumpulkan, rangkum dan gunakan dalam menyelesaikan tugas-tugas maupun ujian. Tantangan terbesar dalam kuliah S-1 adalah bagaimana mengelola informasi yang sedemikian banyak tersebut? Kemampuan mengelola informasi yang anda dapatkan (learning to learn) seringkali lebih penting daripada informasi atau pengetahuan itu sendiri, karena informasi dan pengetahuan akan terus berubah sedangkan kemampuan untuk mengelola informasi, begitu anda menguasainya, akan tetap melekat pada anda sampai akhir nanti. Salah satu teknik paling dasar untuk mengelola informasi adalah kemampuan untuk mencatat dengan efektif.

PENGERTIAN

Menurut Adejumo & Ehindero mencatat dengan efektif mencakup tiga hal, (1) mampu mengidentifikasi gagasan utama dan hubungan antar gagasan tersebut dalam suatu paparan, (2) mampu memahami makna dibalik gagasan-gagasan tersebut, (3) mampu menyajikan gagasan-gagasan tersebut dengan bahasa anda sendiri.

Mencatat dengan efektif dalam banyak penelitian terbukti meningkatkan kemampuan pembelajaran (Howe, 1969, 1970; Fisher & Harris, 1973; Maqsud, 1980; Fisk, 1982; Kiewra, 1982). Kurang lebih 14 abad yang lampau, Ali bin Abu Thalib pun juga telah mengemukakan pentingnya mencatat lewat peribahasa yang sangat terkenal sampai sekarang yaitu “ ikatlah ilmu dengan mencatatnya”.

Hasil penelitian lain yang cukup menarik adalah, ada eksperimen untuk membandingkan efektivitas pembelajara diantara tiga metode pembelajaran yaitu (1) dosen membuat catatan di papan tulis atau layar, mahasiswa diminta mengembangkan materi dan catatan sendiri, (2) mahasiswa diberi materi full (3) mahasiswa diberi outline atau garis besar materi saja dan kemudian diminta mengembangkan materi tersebut menjadi catatan. Hasilnya ternyata alternatif no 3 atau disebut juga prosedur Neuwman Keuls terbukti memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dua metode lain terhadap penguasaan materi oleh siswa ( Winer, 1971 , pp. 191-198).

APA YANG HARUS KITA CATAT DARI KULIAH?

Kuliah atau tatap muka mahasiswa dengan dosen di kelas, adalah proses yang sangat penting dalam proses belajar mengajar di Universitas. Sebisa mungkin anda usahakan untuk masuk kelas, kecuali anda sakit atau punya keperluan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Apabila anda tidak masuk, pastikan anda telah mendapatkan ijin terlebih dahulu, atau anda minta ijin untuk masuk kelas lain untuk dosen yang sama, apabila ada kelas paralel. Mengapa kuliah dosen penting? Ada beberapa hal yang disampaikan dalam kuliah, yang seharusnya anda pahami dan catat:

• Gambaran umum topik atau bahasan
• Gagasan-gagasan pokok atau landasan teori dari bahasan tersebut
• Penjelasan sumber-sumber atau literatur tambahan
• Berbagai pandangan atau perdebatan ilmiah mengenai bahasan tersebut
• Penjelasan dan contoh-contoh di dunia nyata
• Insights atau pelajaran penting dari contoh-contoh maupun penjelasan
• Model atau kerangka pikir (framework) untuk menjelaskan fenomena yang terjadi
• Organisasi gagasan dan struktur gagasan
• Intepretasi atau penjelasan maksud dari materi atau bacaan di buku acuan
• Kritik atau komentar terhadap isi buku atau materi

Anda harus ingat bahwa materi-materi tersebut tidak semuanya disampaikan secara detil oleh dosen dalam tatap muka di kelas. Anda harus aktif dalam mencari penjelasan-penjelasan detil. Penjelasan secara detil biasanya bisa anda baca sendiri di buku acuan/bacaan wajib. Penjelasan dosen lebih menekankan pada peta permasalahan dan sumber-sumber yang bisa anda baca.

MANFAAT MENCATAT

Ada beberapa manfaat dari mencatat. Mencatat akan membuat anda:

• Tidak mengantuk dan tetap fokus saat kuliah
• Memiliki dokumentasi tentang apa yang dijelaskan oleh dosen
• Membantu anda dalam belajar
• Membantu anda mengemukakan ide dan gagasan dengan bahasa anda
• Bahan untuk diskusi dengan teman
• Bahan untuk mengerjakan tugas dan makalah

TANTANGAN

Meskipun mencatat telah terbukti banyak manfaatnya, namun tidak banyak mahasiswa yang menguasai teknik mencatat yang baik, alasannya antara lain

1. Kecepatan Kecepatan berbicara orang rata-rata 2 – 3 kata per detik, sedang kecepatan menulis adalah 0.2 – 0.3 kata per detik. Artinya kita harus pandai memilih, memilah dan merangkum informasi mana yang perlu kita catat.

2. Pandangan bahwa ‘saya lebih baik mendengarkan penjelasan daripada mencatat’. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, namun apabila anda tidak cepat-cepat mencatat informasi penting yang disampaikan dosen, bisa jadi anda akan lupa!

3. Pandangan bahwa ‘saya bisa meminjam atau memfotokopi catatan teman nanti setelah kuliah’. Pandangan ini dalam banyak hal akan merugikan anda, pertama menambah biaya, kedua seringkali anda tidak paham maksud catatan tersebut, ketiga seringkali anda lupa meminjam catatan sampai mendekati masa ujian.

4. Menggunakan hasil catatan anda adalah salah satu tantangan besar juga. Seringkali karena kita mencatat dengan cepat, tulisan kita menjadi tidak terbaca. Ataupun kalau bisa dibaca, maksudnya menjadi tidak jelas. Untuk itu penting sekali untuk menelaah ulang catatan kita dan membandingkan pemahaman kita dengan pemahaman teman-teman kita untuk topik yang sama. Apabila anda memiliki catatan yang lengkap, hal itu akan memudahkan anda untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas.

TIPS MENCATAT SECARA EFEKTIF

Ada dua tips yang bisa anda lakukan untuk bisa mencatat secara efektif yaitu persiapan cukup dan kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening).

Persiapan Sebelum Mencatat

Sebelum mencatat anda harus paham dulu topik dan tujuan dari kuliah, bacaan atau diskusi yang akan anda catat. Apabila materi untuk kuliah atau acara tersebut telah tersedia, anda sangat disarankan untuk membacanya terlebih dahulu. Lebih bagus lagi kalau anda menggaris bawahi atau mencatat hal-hal yang belum anda mengerti untuk nanti anda tanyakan di kelas atau di acara tersebut. Pahami juga terminologi atau istilah-istilah yang digunakan dalam materi tersebut, sehingga nantinya anda langsung ‘nyambung’ dengan pokok bahasan. Datang ke kuliah atau acara lebih awal, dan pilihlah tempat duduk di depan.

Anda juga harus memilih buku catatan yang sesuai bagi anda. Ada banyak pilihan buku catatan misalnya buku strip, loose leaf, block note, buku saku, notepad dan lain-lain. Apabila anda mencatat dalam buku saku, note pad atau kertas anda harus ingat untuk mengorganisasikan atau menyalin catatan tersebut untuk menjadi sebuah catatan yang utuh. Loose leaf saat ini sangat diminati oleh mahasiswa, karena anda sangat fleksible untuk menyusun ulang sesuai dengan masing-masing kuliah yang anda ikuti. Selain buku catatan anda juga harus siap dengan alat tulis. Ada beberapa mahasiswa suka mencatat dengan pensil beberapa suka mencatat dengan pena. Stabillo, tip ex, steppler dan penghapus adalah alat-alat tambahan yang baiknya dimiliki oleh tiap mahasiswa.

Mendengarkan secara aktif

Kemampuan untuk mendengar secara aktif bukan hanya bermanfaat di bangku kuliah, namun juga sangat bermanfaat bagi karir profesional anda di masa depan. Untuk bisa mendengarkan secara aktif, ada beberapa tips sebagai berikut:

• Saat anda mendengarkan, konsentrasi ke gagasan utama yang sedang dibahas. Coba untuk bedakan antara gagasan utama dengan penjelasan-penjelasan tambahan dan contoh-contoh. Apabila anda tidak paham dengan gagasan utama di balik penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh dosen atau pembicara, tidak ada salahnya untuk bertanya.
• Pikirkan tentang pertanyaan-pertanyaan yang anda temukan ketika membaca bahan-bahan atau materi yang disyaratkan. Apakah dosen atau pembicara telah membahas atau menjawab pertanyaan-pertanyaan anda tersebut? Apabila anda kesulitan untuk menemukan pertanyan, anda bisa mendapatkannya dengan mengubah Tujuan Pembelajaran/Learning Objective yang biasanya ada di bagian depan presentasi dosen, menjadi bentuk kalimat tanya. Catat informasi-informasi yang relevan dengan pertanyaan tersebut, termasuk juga pertanyaan-pertanyaan dari dosen.
• Buat catatan-catatan tindak lanjut – “Harus lihat…”, “Saya belum paham….”, “Baca ini – penting”, “Cari bacaan tentang…”, “Lihat Website…”, “Tanya teman tentang….”. Melakukan komunikasi dengan diri anda sendiri tentang bacaaan atau materi
• Seringkali ada petunjuk-petujunjuk lisan yang disampaikan oleh dosen di kelas, misalnya ‘ini penting”, “ingat”, “ini akan keluar ujian”, “coba perhatikan”, “kesimpulannya..”, “berdasarkan penjelasan saya tersebut, maka…” dll yang semuanya mengindikasikan hal yang penting untuk dicatat. Anda juga harus jeli mengidentifikasi kapan dosen ganti topik, karena sebelum ganti topik, biasanya dosen menjelaskan simpulan dari topik sebelumnya.
• Catatlah dengan singkat. Buat singkatan-singkatan yang anda mengerti misalnya (cont. untuk contoh, simp. untuk kesimpulan, dll). Anda juga bisa memakai simbol, misalnya bintang untuk menandai hal penting, titik tiga untuk menandai kesimpulan, tanda tanya untuk menandai hal-hal yang belum ada mengerti dlsb.
• Saat anda mendengarkan buat peta gagasan (conceptual map) dari penjelasan dosen dalam bentuk bagan atau gambar. Apa gagasan utama? Apa gagasan pendukung? Bagaimana kaitan antara masing-masing gagasan?
• Konsentrasi anda akan menurun atau hilang setiap 20 menit. Ada baiknya anda berusaha mengembalikan fokus anda ketika konsentrasi anda mulai menurun, salah satunya adalah dengan bertanya kepada dosen.
• Jangan cemas apabila, setelah melakukan semua hal diatas, anda tetap tidak paham terhadap penjelasan dosen. Apalagi di awal-awal anda kuliah. Anda masih punya banyak kesempatan untuk berdiskusi dengan teman yang anda lihat cukup paham, membaca lagi materi-materi dan catatan anda lagi, atau bertanya dengan dosen di luar kelas. Ingat, kemampuan mendengar secara aktif akan meningkat, seiring dengan banyaknya anda berlatih.


TEKNIK MENCATAT

Patut anda pahami bahwa setiap orang punya teknik atau pendekatan favorit dalam belajar, termasuk juga mencatat. Teknik mencatat antara satu orang dengan orang lain mungkin berbeda, dan hal itu seharusnya tidak menjadi masalah. Intinya adalah bagaimana kita bisa mencatat informasi penting yang disampaikan oleh dosen atau dalam bacaan dan menggunakan informasi tersebut dengan mudah nantinya.

1. Teknik Dua Kolom (Cornell Method)

Teknik yang banyak digunakan saat ini adalah dengan membagi catatan menjadi dua kolom. Kolom pertama berisi gagasan, topik, informasi-informasi yang penting. Kemudian kolom kedua berisi komentar dan tindak lanjut kita. Contohnya adalah sebagai berikut:

Catatan: 24/11/2009
Mata Kuliah : Pengauditan 1
Topik : Pemahaman SPI dalam Perencanaan Audit
Materi : Buku Auditing , Mulyadi, Edisi 6

KOLOM 1

Apa itu SPI? – ada di Mulyadi hal 180
Komponennya ada lima – hal 183

Mengapa harus memahami SPI? – disyaratkan standar pekerjaan lapangan no 2.

Bagaimana cara memahami SPI? Dokumentasi SPI Klien dan Pengujian Pengendalian – hal 197

Dokumentasi SPI – Wawancara –Kuesioner- Narasi – Flowchart

Pengujian Pengendalian – Walktrough & Test of Control

Hubungan SPI – Perencanaan audit – SPI Bagus – Resiko Deteksi Rendah – Butuh Bukti Audit lebih sedikit – Materialitas Sedang/Tinggi. ( Sebaliknya)

KOLOM 2

Belum jelas mengenai kriteria SPI yang baik?

Apa hubungan SPI dengan Strategi Audit?
Penjelasan Dos. SPI baik, maka bisa pilih Strategi Pendekatan Resiko Pengendalian Rendah – hal 173

PR Pilihan Ganda No 1 – 18 hal 221. Kumpul tgl 1 Dec 09.

2. Mind Mapping

Metode lain yang saat ini juga semakin populer adalah mind mapping atau peta gagasan.

PENUTUP

Proses mencatat adalah bukan proses sekali jadi. Untuk bisa menghasilkan catatan yang baik kita harus sering melihat lagi dan merevisi catatan kita tersebut. Kita juga bisa membandingkan hasil catatan kita dengan hasil catatan teman kita, untuk melengkapi apa yang kurang. Mencatat dengan efektif adalah masalah kebiasaan. Semakin anda terbiasa akan semakin mudah. Selanjutnya dengan biasa mencatat, tanpa anda sadari akan banyak informasi dan pengetahuan yang sudah anda kuasai. Ada seorang komponis besar yang selalu mencatat apapun di atas kertas, namun tidak pernah dia melihat lagi catatan tersebut. Ketika sahabatnya bertanya, mengapa dia selalu mencatat tetapi tidak pernah menggunakan catatan tersebut. Dia menjawab, “O saya masih ingat dengan isi catatan saya, dengan mencatat saya mudah menjadi hapal Kalau saya benar-benar lupa, baru saya melihat catatan tersebut.”

Catatan
Silahkan menggunakan makalah diatas dengan mencantumkan referensi / sumber penulis dan alamat blog ini .

10 comments

  1. Terima Kasih pak, semoga bermanfaat untuk khalayak luas.
    Saya coba praktekkan mulai sekarang dan seterusnya tentang tips mencatat secara efektif dan teknik mencatat

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s