Manajemen Kualitas

Tujuan

  • Perusahaan bisa menjadi semakin kompetitif dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas
  • Peningkatan kualitas akan menurunkan biaya kualitas. Biaya kualitas, seperti inspeksi, tes, pengawasan dll menjadi tinggi karena kualitas produk yang tidak baik

Kunci Sukses Manajemen Kualitas menurut Philip Crosby

  1. Kualitas didefinisikan sebagai tingkat pencapaian tuntutan customer, bukan seberapa baik spesifikasi produk yang kita buat.
  2. Sistem yang membentuk kualitas bersifat preventif, bukan evaluatif. Artinya kita sulit meningkatkan kualitas dengan tindakan-tindakan inspeksi, tes, pengawasan dan tindakan lain yang bersifat evaluatif .
  3. Standar Kinerja seharusnya adalah “Zero Defects” bukan  “mendekati”
  4. Ukuran dari kualitas adalah tingkat ketidaksesuaian “Non Conformance” bukan indeks

Sumber : Quality Management ; The Real Thing – Philip Crosby

Kualitas secara sederhana sering diterjemahkan dengan seberapa bagus sebuah produk atau jasa. Sayangnya definisi tersebut masih terlalu umum, sehingga susah diukur. Salah satu pendekatan untuk mengukur kualitas barang adalah dengan menggunakan pendekatan perspektif Customer. Sederhananya apa yang dianggap bagus oleh Customer itulah barang yang berkualitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pandangan customer, menurut studi-studi yang pernah dilakukan bisa dirangkum menjadi

  1. Performance
  2. Aesthetics
  3. Serviceability
  4. Features
  5. Reliability
  6. Durability
  7. Quality of Conformance
  8. Fitness for use

……selanjutnya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s