Hidup di Tiga Kantor

Tahun 2012, adalah tahun yang luar biasa. Orang China menyebut nya tahun naga air. Perpaduan sesuatu yang besar (naga) dan sesuatu yang sangat dinamis (air) adalah padanan yang tepat untuk menggambarkan tahun 2012. Siapa yang tidak siap dengan adanya perubahan akan tergulung dan siapa yang bisa menari dengan ombak dia akan bertahan.

Hal yang sama juga terjadi pada diri saya. Rangkaian perubahan pada tahun 2011, ternyata belum berhenti. Tepat di awal tahun 2012, saya diamanahi untuk memimpin dan mengelola sebuah pusat studi dengan nama Pusat Pengembangan Akuntansi. Alhasil, pada tahun 2012, ada tiga kantor yang harus dikelola UMY-NIIT Center, SYNCORE Consulting dan Pusat Pengembangan Akuntansi.

Alhamdulillah, ketiganya bergerak dalam tema yang saling terkait yaitu, IT, Konsultasi dan Training/Pengembangan. Meskipun demikian, ketiganya memiliki masalah dan sasaran yang berbeda-beda. Tak jarang dalam satu waktu yang sama ketiganya memiliki masalah urgent yang harus dipecahkan.

Sering muncul pertanyaan, bagaimana cara saya untuk mengelola ketiga kantor tersebut secara bersamaan. Kuncinya menurut saya adalah dalam team yang kuat dan komunikasi/koordinasi yang intens. Tanpa keduanya mengelola begitu banyak urusan pasti akan sangat memusingkan kepala.

Namun, tetap saja tidak ada kesuksesan tanpa fokus dan kerjakeras. Tugas utama sebagai seorang pemimpin adalah memberikan arah bagi organisasi, memastikan sumberdaya untuk itu tersedia dan membantu menyelesaikan setiap masalah yang muncul.

Menentukan arah organisasi, adalah hal terpenting untuk membuat berbagai komponen dalam organisasi bisa bersinergi. Anggota team bisa saling bekerjasama dan mengisi kekurangan satu dan lain kalau masing-masing tahu dan berkomitmen dalam mencapai tujuan.

Menyediakan sumberdaya adalah seringkali masalah tersulit. Seperti layaknya organisasi baru, dana selalu menjadi masalah. Maka setiap pemimpin yang ingin berhasil, harus tahu ilmu untuk mengelola keuangan. Sebelum mengelola uang, harus dipastikan bahwa uang itu ada, sehingga pemimpin pertama kali harus memastikan dulu bagaimana proses organisasi dalam mendapatkan dana untuk operasinya. Berapa dana yang dibutuhkan setiap bulan, dan bagaiman menutup kekurangan dana tersebut. Seringkali ide-ide dan program hebat gagal, karena dana yang kurang.

Hal ketiga adalah pemimpin harus bisa membantu anak buahnya dalam menyelesaikan masalah. Pemimpin harus percaya dan memberikan kewenangan kepada anak buah untuk mengambil keputusan, namun ketika keputusan sudah diambil dan ada masalah, pemimpin harus ikut membantu untuk menyelesaikan, tidak hanya mendiamkan anak buah sendirian menyelesaikan masalah tersebut.

Selanjutnya saya akan mencoba membuat catatan-catatan kecil atas peristiwa di dalam ketiga organisasi diatas yang mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi pembaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s