Mahasiswa Hebat

Sabtu, 16 November 2013, adalah hari dengan agenda yang padat. Mulai pagi hari harus menyelesaikan beberapa urusan kantor, kemudian mengajar dari 9.40, dan harus selesai lebih cepat karena ikut rapat SEBI (Student Entrepreneurship and Business Incubator), kemudian Jam 12.00 mengajar lagi, tanpa jeda, dilanjut ke sesi mengajar berikutnya jam 1.15 sampai jam 2.30 dan jam 3.00 harus mengisi Bridging Program untuk mahasiswa baru Akuntansi angkatan 2013. Maka sore itu dengan semangat masih menyala, meskipun badan sudah lelah, cerita inipun dimulai.

Mengisi Bridging Program selalu menjadi pengalaman yang mengesankan. Masih jelas teringat waktu perjalanan SNA X di Pontianak tahun 2008, berawal dari pembicaraan dengan bapak Rizal Yaya, tercetuslah ide untuk menyelenggarakan Bridging untuk mahasiswa baru. Pemikiran kita waktu itu adalah ada perbedaan mendasar antara pola belajar anak SMA dan anak kuliah. Sehingga mahasiswa baru perlu dibekali dengan teknik dan metode belajar (learning to learn). Beberapa metode learning to learn yang kita pikir sangat penting dikuasai mahasiswa adalah critical thinking, notetaking, writing, presenting ideas dan online research. Materi-materi itu disusun berkaca dari pengalaman beberapa dosen ketika mengikuti Introduction to Academic Program (IAP) sebagai persiapan untuk studi S-2 dan S-3 di Australia.  Pada tahun 2009 bridging pertama diselenggarakan, dan sekarang semua prodi di UMY mengadakan program Bridging ini.

Kebetulan saya kebagian untuk menyusun materi tentang Notetaking. Saya telah posting materi saya tersebut Mencatat dengan Efektif disini. Sampai dengan saat ini saya selalu mencatat ketika mengikuti training, seminar, diskusi, rapat, dan browsing. Setiap senin pagi atau minggu malam saya selalu rutin menuliskan Things to Do, untuk agenda seminggu kedepan. Hal itu saya rasakan sangat bermanfaat untuk mengelola begitu banyak hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan.

Namun kali ini saya tidak akan mendiskusikan tentang Teknik Menulis dan Teknik Mengelola Pekerjaan, tetapi saya justru ingin sharing pengantar saya di Bridging hari Sabtu 16 Nov 2013, dan Sabtu 9 Nov 2013. Saya postingkan berupa kalimat kutipan langsung.

” Saat ini saya sedang membaca pikiran anda saat ini (saya kadang memang niru tekniknya Antony Robbins he he). Anda semua berada disini, bukan karena pilihan anda. Anda mimilih jurusan ini karena anda tidak diterima di PTN. Betul? Sehingga anda mengawali kuliah disini dengan perasaan gagal. Kemudian anda berjumpa dengan teman-teman anda disini, dan anda bertanya? Apakah jurusan ini pilihan mereka? Ternyata jawabannya sama dengan anda. Tidak. Mereka disini karena sama dengan anda, karena tidak diterima di PTN. Kemudian anda mulai berpikir, O ternyata kita semua sama, kita adalah kelompok orang yang gagal. Bisa anda bayangkan kalau dalam 4 tahun anda kuliah disini, anda dan teman-teman anda semua, dalam pikiran bawah sadar, anda merasa sebagai orang-orang yang  gagal. Apa yang terjadi? Bayangan anda itu akan menjadi kenyataan.

Cara pandang dan pikiran anda tidak akan bisa mengubah masa lalu, tetapi bisa untuk mengubah masa depan anda.

Anda harus berhenti berpikir menjadi orang gagal. Masa lalu lupakan. Tatap masa depan anda. Saya bertanya berapa banyak orang yang kuliah di Universitas Swasta dan sukses? Banyak sekali bukan. Apakah anda tahu dimana Dahlan Iskan kuliah? Bahkan Dahlan Iskan tidak pernah kuliah.

Orang sukses adalah orang yang mengambil tindakan (Action). Orang sepandai apapun tetapi tidak pernah mengambil tindakan maka dia tidak akan sukses. Jadi sekarang coba pikirkan apa hal yang bisa anda lakukan? Anda bisa menulis, mengikuti perlombaan, memulai usaha, mencari pekerjaan. Semua bisa anda lakukan dari sekarang ! Ketika anda berpikir anda akan mengambil tindakan ketika anda lulus, saat itu semua sudah terlambat. Anda harus mulai mengambil tindakan sekarang! Apa kendala anda untuk tidak mengambil tindakan sekarang? Tidak ada !

Inti dari pelajaran saya hari ini, bukan bagaimana anda mencatat dengan baik, tetapi bagaimana anda berpikir untuk berkarya. Apakah anda pikir anda bisa jadi orang sukses dengan hanya duduk,diam,mencatat dan pulang. Tidak. Orang dihargai karena hasil karyanya. Bukan dari apa yang dia tahu. Tetapi apa yang dia hasilkan.

Ok. Siap untuk mengambil tindakan? Sekarang saya persilahkan anda untuk bertanya? Sebagai penutup, Einstein selalu menutup artikel-artikel ilmiahnya dengan pertanyaan. Bukan Einstein yang menemukan Bom Atom, perjalanan roket ke luar angkasa dll, tetapi penemuan-penemuan besar tersebut dipicu oleh pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan oleh Einstein. Sehingga benar adanya, bahwa kadar intelektualitas seseorang dinilai dari seberapa bagus dia bertanya.. silahkan ..”

 

Kelas kemudian menjadi hening. Pada awalnya, mahasiswa baru (mungkin karena belum kenal saya he he) pada bersendau gurau dan tidak serius.Tetapi sehabis sesi tersebut mereka mulai berpikir. Kemudian dari mereka mengacungkan jari untuk bertanya. Mereka bertanya tentang teknik bertanya Einstein, tentang bagaimana kita mensikapi kegagalan dan tentang bagaimana merubah pola belajar. Saya jawab satu persatu dengan contoh dan penjelasan singkat. Saya kasih ilustrasi kepada mereka, coba mereka luangkan sekali waktu ke Panti Asuhan.Mereka silahkan lihat bagaimana 30 atau 60 orang anak di panti asuhan tersebut makan bersama. Lihat semangat mereka ! Saya yakin semua mahasiswa disini akan merasa betapa beruntungnya keadaan mereka dan betapa selama ini mereka telah menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna.

Ok. Semoga ini awal saya kembali lagi menuliskan pengalaman-pengalaman kecil saya sehari-hari (daily rudy). Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s