Apakah kita terkena gejala Overconnected ?

“Saat ini seolah kita sedang koma, dan butuh smartphone untuk terus terhubung dengan dunia maya supaya seolah tetap ‘hidup’.”

Apakah anda merasa saat ini anda kebingungan dengan begitu banyak informasi menarik yang anda baca dari internet? Jangan-jangan anda sudah terkena gejala over connected! Dahulu masalah kita adalah kekurangan informasi, sekarang masalah kita adalah kebanjiran informasi. Dua-duanya akibatnya sama yaitu kita tidak dapat menggunakan informasi untuk pengambilan keputusan atau peningkatan kinerja.

Sebagai contoh, anda membaca sebuah artikel yang sangat menggugah. Kemudian anda terinpirasi dan ingin melakukan beberapa langkah perbaikan. Tetapi selanjutnya anda membaca artikel lain yang menarik, dan anda lupa dengan langkah perbaikan dan anda berwacana lagi. Terjadi di kehidupan anda? Kita punya begitu banyak ide tetapi merasa tidak cukup punya waktu untuk mewujudkannya?

Masalah kita adalah kita semakin sedikit waktu untuk merenung. Setiap detik hidup kita sekarang diganggu oleh notifikasi-notifikasi dari dunia maya. Ada pendapat menarik yang sampai menganggap bahwa handphone kita saat ini seperti life-support (alat penunjang kehidupan) seoalah kita seorang yang sedang koma dan butuh untuk terus terhubung dengan dunia maya untuk tetap hidup.

Eksistensi kita seolah baru nyata kalau kita sudah share apa yang kita alami di dunia maya. Yah ini sebenarnya adalah hasrat terpendam dari setiap manusia untuk dianggap oleh lingkungannya. Dahulu nenek moyang kita melakukan dengan saling bercerita ketika mereka mencuci pakaian bersama di sungai, atau mengapa orang-orang mati-matian mudik ketika lebaran. Adalah supaya mereka bisa membawa oleh-oleh cerita untuk sanak keluarganya. Hidup tentu akan lebih berarti kalau kita berbagi bukan?

So, kita tetap harus mawas diri. Karena semua yang berlebihan tentu tidak baik. Seperti kita lihat di kehidupan para artis yang hampir 24 jam ada dalam sorotan kamera, tentu tidak menyenangkan bukan. Kita semua butuh privacy, sesaat untuk merenung sehingga kita bisa mensyukuri apa yang kita dapat.

Ironisnya saya menulis ini di blog dan saya sharing lewat media pertemanan sosial.

Tips saya mungkin anda perlu tools seperti Evernote supaya anda bisa menyimpan hal-hal yang menarik dari internet dan membaca di kala memang waktunya anda membaca dan pergunakan sebagian besar waktu anda di rumah untuk bercengkerama dengan keluarga anda, karena merekalah sebenarnya yang paling butuh kehadiran fisik anda.

Selamat berkarnya untuk apapun yang sedang anda kerjakan !

Rudy

3 comments

  1. Dulu, kita berharap, Internet mencerdaskan penggunanya dgn banjir informasi. Kini, dgn #personalisasi malah berpotensi sebaliknya. Selamat pagi Pak Rudy.🙂

    Like

  2. bagus sekali pak, kita meti hidup lagi dengan cinta dan damai. enyangi orang dengan hati yang tulus kah pak?…tentu nya cinta yang tulus adalah cinta tanpa alasan, tak melihat wajah dan bentuk rua, sebab jika orang mencintai karena melihat bentuk rupa, wajah dan fisik semata, lanta bagaimana ia mencintai Allah yang tak berbentu?. salam sukses an karya pak Rudy di UGM

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s