Social Enterprises – Menyelesaikan Masalah-Masalah Sosial Lewat Pendekatan Bisnis

SAMSUNG CSC

Dunia berkembang kedalam dua titik ekstrim. Pada satu titik perkembangan teknologi dan bisnis telah mendorong banyak orang untuk jadi pengusaha sukses, orang-orang profesional berpendidikan tinggi menikmati gaji tinggi dari perkembangan ekonomi tersebut namun di titik lain semakin banyak orang yang kemudian tersisih dan tidak bisa berkompetisi.

Jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin mengangga. Hal ini berpotensi menimbulkan banyak masalah sosial, seperti pengangguran, kemiskinan, kesehatan, kekurangan akses air bersih, sampah, meningkatnya tingkat kejahatan, benturan sosial, kerusuhan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Selama ini pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan banyak LSM mencoba menangani masalah ini dengan memberikan banyak bantuan (charity). Tetapi pendekatan berbasis bantuan/sedekah/charity ini memiliki beberapa permasalahan fundamental. Pertama pendekatan ini biasanya hanya dilakukan dalam lingkup terbatas baik hanya mencakup wilayah tertentu atau jangka waktu tertentu. Kedua hal tersebut menciptakan ketergantungan, setelah bantuan distop maka program tersebut biasanya kemudian terhenti.

Inovasi yang sekarang sedang hangat dibicarakan adalah social enterprise. Social enterprise adalah bagaimana kita menggunakan konsep-konsep dan teknik bisnis dalam mengatasi masalah sosial. Salah satu teknik yang biasa digunakan dalam bisnis adalah perencanaan strategis. Sebelum melakukan perencanaan strategis biasanya kita akan memetakan kondisi internal dan eksternal.

Salah satu tools yang bisa digunakan dalam analisa internal adalah business model generation (BMG) dan Value Chain Analysis (VCA). Lewat BMG dan VCA kita bisa mengidentifikasi celah-celah untuk inovasi. Celah atau gap ini kemudian bisa dipilih untuk dijadikan sasaran strategis (SS).

Contoh yang pernah kami lakukan adalah analisa Business Model Generation dan Value Chain untuk Desa Badran. Desa Badran adalah desa yang terletak di pinggir sungai Winongo. Masalah klasik untuk warga yang tinggl di pinggir sungai adalah masalah sampah dan air bersih. Warga Winongo dibantu oleh LSM Kotakita melakuakan inovasi sosial dengan membuat bank sampah dan kelompok pengelola air bersih B2W (Banyu Biru Winongo). Program ini adalah dibiayai dari bantuan pemerintah, CSR dan swadaya dari masyarakat.

Kami selanjutnya melakukan pemetaan atas inovasi sosial ini dengan BMG dan VCA. Kami menemukan bahwa ada peluang untuk mengintegrasikan proses-proses bisnis menjadi lebih efisien, menambahkan value kepada calon customer dan pembenahan di aktivitas-aktivitas yang dilakukan warga untuk penjaminan mutu.

Untuk lebih detilnya bisa lihat presentasi berikut :

Social Enterprises Rudy Suryanto – 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s