Kelas Motivasi untuk Anak Kelas 5 dan 6 SD dalam Menghadapi UAN

Image

Anak kelas 6 SD, 3 SMP dan 3 SMA saat ini sedang tegang-tegangnya mempersiapkan ujian UN. Saya berkesempatan di undang oleh salah satu SD di Kecamatan Berbah Sleman untuk memberikan motivasi persiapan menghadapi UN.

Saya tentu agak bingung menanggapi permintaan tersebut. Pengalaman saya terakhir menghadapi anak-anak SD, adalah kurang lebih 10 tahun lalu waktu saya menjadi guru honorer bahasa Inggris di sebuah SD di Bantul. Selain itu pada bulan April ini adalah bulan-bulan sibuk karena pekerjaan konsultasi sedang banyak-banyaknya. Namun saya menyanggupi tugas ini karena berharap saya bisa sedikit berbagi pengalaman dan inspirasi untuk anak-anak tersebut.

Saya datang ke SD tersebut jam 9.00 pagi sesuai dengan waktu yang saya janjikan. Saya diterima oleh beberapa ibu guru SD dan langsung masuk ke kelas. Waktu yang saya miliki adalah 45 menit. Saya berpikir apa yang akan saya sampaikan dalam 45 menit. Sebelumnya saya sudah memiliki gambaran skenario. Skenario sederhana tiga babak, seperti andalah saya dalam mengisi acara-acara seperti ini.

Bayangan saya adalah anak-anak SD sekarang adalah anak-anak yang sangat aktif. Sangat sulit mendapatkan perhatian mereka. Bayangan saya ini ternyata benar, pada waktu saya masuk anak-anak saling berlarian kesana kemari. Saya mencoba menyampaikan beberapa hal, tetapi nampaknya mereka tidak benar-benar mendengarkan. Ibu guru menjadi kerepotan karena berusaha menenangkan para murid. Saya kemudian melancarkan skenario saya, saya membuat permainan sederhana dan membagi hadiah bagi yang bisa memenangkan permaina tersebut. Anak-anak kemudian menjadi fokus dan aroma persaingan tercium, saya berhasil menggeser fokus bukan saya dan mereka tetapi antar mereka.

Setelah 15 menit acara permainan tersebut berhasil mencairkan suasana dan membuat anak-anak menjadi fokus, maka saya melancarkan skenario kedua yaitu inti dari acara motivasi. Saya minta mereka untuk menggambarkan kondisi mereka saat ini, dan apa gambaran mereka 5 dan 10 tahun kemudian. Nah, disini mulailah timbul banyak pertanyaan. Ternyata anak-anak SD tersebut bahkan tidak tahu SMA yang bagus di lingkungan mereka. Semua mereka bercita-cita tinggi, misalkan pingin jadi dokter, tetapi kalau ditanya sekolah SMA dimana mereka malah bilang pingin sekolah di SMK. Mungkin mereka belum tahu kalau mereka mengambil SMK itu bukan jalur untuk menjadi seorang dokter.

Langkah terakhir adalah penutup. Saya memakai strategi story telling . Saya memakai cerita Jono dan Joni, cerita nyata yang saya adaptasi sehingga mudah mereka cerna. Pada akhir cerita saya kuatkan lagi moral cerita dan meminta mereka menjawab apa yang akan mereka lakukan. Semua kompak ingin belajar yang rajin dan sholat yang rajin.

Sangat sedikit yang bisa kita bagi, tetapi kalau yang sedikit itu bisa menginspirasi generasi muda kita, sungguhlah mulia. Apabila generasi kita memiliki inspirasi dan motivasi untuk maju, maka amanlah negara kita. Masa depan bangsa kita ada di generasi muda, dan pendidikan adalah investasi terbaik untuk menata masa depan mereka. Salut untuk para guru yang telah bekerja keras sehingga semua ini bisa menjadi nyata.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s