Menapak Jalan Menjadi Seorang Corporate Leader (CEO)

Rata-rata CEO perusahaan Multinasional dibayar Rp1 Milyar perbulan atau lebih. Mengapa mereka dibayar begitu mahal? Karena keputusan mereka bisa membuat perusahan untung Rp100 milyar atau rugi Rp100 milyar.

Tidak semua orang bisa menjadi CEO. Perlu keberanian, ketegasan dan keterampilan dalam menapaki karir dan mengambil keputusan-keputusan penting untuk bisa menjadi seorang CEO.

Oleh karenanya asebuah kesempatan yang baik pada tanggal 29 Maret 2015, saya diminta untuk memberikan pemaparan mengenai bagaimana cara berpikir seorang CEO atau Corporate Leader dalam acasa StudentsxCEOS Summit.

11091444_10205018033064320_3809774770042437794_n

Acara ini sangat keren karena berusaha menemukan mahasiswa dengan pemimpin-pemimpin bisnis maupun sosial secara langsung. Mahasiswa tentu bisa belajar banyak dengan interaksi langsung dengan para CEO. Pada acara saat ini tambah keren lagi karena panitia menyusun studi kasus tentang suka duka perjalanan bisnis seorang pengusaha batik, dan mahasiswa ditantang untuk bisa memberikan solusi atau gagasan dari sudut pandang policy maker, corporate leader dan enterpreneur. Mengapa pendekatan ini luar biasa keren, karena biasanya pembahasan tentang UMKM hanya sepotong-potong tidak dari berbagai sisi. Mengingat acara ini digagas dan diselenggarakan oleh mahasiswa tentu menambah salut. Kita akan terus optimis terhadap Indonesia apabila anak mudanya adalah insan yang kreatif dan inovatif.

10421137_10205017894500856_1293990127123203327_n

Menjadi tantangan adalah bagaimana mengajarkan pola pikir corporate leader pada mahasiswa hanya dalam waktu 70 menit. Mengingat terbatasnya waktu maka metode berpikir ala corporate leader disingkat menjadi tiga tahap yaitu

  1. Identifikasi Masalah
  2. Mengembangkan Solusi
  3. Memilih Solusi

Layaknya seorang dokter, maka seorang corporate leader harus memiliki kemampuan untuk mendiagnosa masalah. Tanpa kita tahu penyebab suatu masalah maka kita akan sulit menemukan solusi atas masalah tersebut, atau bahkan solusi yang kita pilih justru memperburuk keadaan.

2000px-Ishikawa_Fishbone_Diagram.svg

Ada banyak metode dalam identifikasi masalah, salah satunya adalah dengan menggunakan FISHBONE (Diagram Tulang Ikan). Diagram Tulang Ikan memudahkan kita memetakan sebab akibat dari suatu masalah sehingga akhirnya kita menemukan akar masalah.

11081095_10205017782818064_8645765719734834559_n

Setelah penjelasan singkat, peserta langsung sibuk berdiskusi untuk menerapkan fishbone diagram untuk mengidentifikasi masalah. Diskusi berlangsung seru tetapi tetap tepat waktu.

11115763_10205017782058045_5041061282406447384_n

Selanjutnya masing-masing kelompok mengemukakan analisa masalah masing-masing. Meskipun waktu hanya 20 menit tetapi masing-masing kelompok bisa mengidentifikasi masalah UMKM dengan cukup komprehensif.

Sesi berikutnya adalah merumuskan solusi atas masalah-masalah tersebut dengan pendekatan Balanced Scorecard (BSc). Mengapa menggunakan BSC karena BSC membantu corporate leader dalam mengambil keputusan secara berimbang dan komprehensif. Ketika menggunakan BSC kita harus fokus dalam mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan customer, kemudian merancang business proses, menyediakan SDM dan mengukur dampak keuangan.

11074993_10205017781058020_2143893723035145207_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s