Apakah kita sedang mendekati krisis ekonomi (lagi) ?

Krisis tahun 1997/1998 dipercepat karena kepanikan dan persepsi. Persepsi mayoritas pelaku usaha waktu itu, dan juga penduduk adalah ketidakpercayaan. Saat itu informasi tentang keadaan pasar sangat terbatas, karena media dikontrol oleh pemerintah. Saat ini media sudah begitu terbuka. Tetapi persepsi apabila terus menerus dibangun persepsi negatif tentang kondisi ekonomi Indonesia, itu justru yang bahaya. Pengalaman 2007/2008 kita dapat terhindar karena adanya konsolidasi yang kuat antara pemerintah, pelaku dunia usaha dan masyarakat.

Banyak pihak sudah membuat guyonan masalah ancaman krisis ini. Mereka mungkin bisa tertawa, tetapi ketika BBM menjadi langka, beras mahal, susu sulit didapat, mereka tidak akan bisa tertawa lagi. Ancaman krisis bukan untuk lelucon.

Salah satu guyonan, adalah obat dari krisis ini adalah dengan ARANG. Arang blonjo (jarang belanja), ARANG Dolan (jarang bepergian) dan lain-lain. Tahukah anda kita selamat dari krisis 2007/2008 justru karena konsumsi domestik. Coba bayangkan kalau sekarang semua orang menekan konsumsi, maka yang pertama terpukul adalah pengusaha dan pedagang. Kalau mereka terpukul maka akan ada PHK besar-besaran dan terjadilah krisis (yang sekarang jadi bahan guyonan tersebut).

Orang yang melewati tahun 1997/1998 sangat tahu betapa krisis adalah kondisi yang sangat tidak menyenangkan.

Jadi apa solusinya? Saya setuju dengan pendapat Chatib Basri, solusinya adalah mempercepat stimulus belanja, oleh pemerintah. Pemerintah harus mempercepat belanja-belanja untuk mendorong pergerakan ekonomi. Kabinet Jokowi harus mau dan tidak malu untuk kalkulasi ulang. Strategi pembangunan infrastruktur besar-besaran bagus, tetapi tidak tepat untuk kondisi saat ini. Pembangunan infrastruktur akan berdampak jangka panjang, tetapi saat ini kita butuh guyuran likuiditas untuk menggairahkan dunia usaha.

Hindarkan berita-berita yang tidak perlu, seperti ide-ide atau perubahan-perubahan yang tidak berdampak langsung pada masyarakat. Kurangi kegaduhan, terutama di internal menteri.

Saya sangat yakin kondisi kita saat ini masih jauh dari krisis. Tetapi belajar dari pengalaman, tahun 1995 kita disebut-sebut sebagai calon macan asia berikutnya oleh Bank Dunia, dan 1997 kita terhempas dalam krisis. Tahun 2013 kita disebut-sebut sebagai calon ekonomi terbesar ke 7 oleh McKinsey, dan apa yang terjadi sekarang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s