Tips AZ 101 – Apa itu Akuntansi Zakat ?

12573734_10206965400067278_5326566260998946195_n

Akuntansi zakat adalah tatacara pencatatan dan pelaporan yang harus dilakukan oleh lembaga amil zakat infak dan sedekah (LAZIS). Mengapa diperlukan akuntansi zakat? Karena tatacara pencatatan dan pelaporan zakat ini berbeda dengan organisasi atau jenis usaha yang lainnya.

Kita mulai dari perbedaan mendasar terlebih dahulu. Untuk memenuhi ketentuan syariah, dana yang dikumpulkan oleh LAZIS harus dikelompokkan menjadi 4 macam dana, yaitu dana zakat, dana infak/sedekah, dana amil dan dana non halal. Misalnya suatu LAZIS telah mengumpulkan dana Rp100juta, maka pertanyaan selanjutnya dana Rp100juta tersebut terdiri dari dana apa saja? LAZIS harus bisa mengidentifikasi dan menggolongkan pemasukan tersebbut dengan benar, karena peruntukkan dana-dana tersebut tidak boleh dicampur. Dari contoh tersebut anggaplah dari Rp100juta dana terkumpul terdiri dari Rp40juta Zakat, Rp50juta Infak/Sedekah, Rp10juta Dana Amil, dan Dana Non Halal adalah 0. Kita bahas satu-satu dipenjelasan berikut.

Dana Zakat adalah dana yang kita kumpulkan dari muzakki (orang yang berkewajiban membayar zakat) untuk nantinya kita salurkan kepada mustahik (delapan golongan orang yang berhak menerima zakat). Pencatatan pemasukan dan pengeluaran Dana Zakat harus dipisahkan dari Dana Infak/Sedekah dan Dana Amil. Untuk memudahkan tips dari kita adalah kita membentuk rekening/akun akuntansi tersendiri yang kita beri nama “Kas Zakat”.

Dana infak/sedekah adalah dana yang kita kumpulkan dari jamaah yang bukan merupakan zakat. Seperti dana zakat, pemasukan dan pengeluaran infak/sedekah ini harus kita pisahkan. Untuk memudahkan kita buat rekening/akun dalam pembukuan kita yang kita beri nama “Kas Infak/Sedekah”

Dana Amil adalah Dana yang diambil dari bagian zakat atau infak sedekah. Penentuan besaran dana ini ditentukan oleh Dewan Pengawas Syariah. Dana Amil inilah yang digunakan untuk membiayai operasional Amil, seperti membayar honor, listrik, alat tulis, konsumsi dan lain-lain. Uang masuk keluar dana amil harus dicatat dan dilaporkan, oleh karenanya kita buat “Kas Amil”

Dana non halal adalah uang masuk yang dihasilkan dari transaksi yang tidak memenuhi kaidah syariah. Misalnya amil karena suatu hal memiliki rekening bank konvensional. Maka pendapatan bunga yang kita dapat harus diamsukkan dalam rekening dana non halal. Penggunaan dana non halal harus sesuai ketentuan Dewan Pengawas Syariah. Dana ini kita kelompokkan dalam “Kas Non Halal”

Jadi itu penjelasan awal tentang akuntansi zakat. Secara sederhana akuntansi zakat adalah bagaimana kita memisahkan, mencatat dan melaporkan kas zakat, kas infak sedekah, kas amil dan kas non halal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s