Teknik Audit Internal dalam Akreditasi PUSKESMAS (#14)

Audit internal merupakan salah satu program mutu manajerial. Standar akreditasi Bab 3, kriteria 3.1.4. EP2, 3, dam 4 mensyarakatkan dilakukan audit internal secara periodik

IMG_20160418_133411

Pimpinan Puskesmas dan Penanggung jawab Upaya Puskesmas melakukan evaluasi kegiatan perbaikan kinerja melalui audit internal yang dilaksanakan secara periodik (3.1.4)

 

Pokok Pikiran:

  • Upaya perbaikan mutu dan kinerja perlu dievaluasi apakah mencapai sasaran-sasaran/indikator-indikator yang ditetapkan. Hasil temuan audit internal disampaikan kepada Pimpinan Puskesmas, Penanggung jawab manajemen mutu, Penanggung jawab Program/Upaya Puskesmas dan pelaksana kegiatan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan.
  • Jika ada permasalahan yang ditemukan dalam audit internal tetapi tidak dapat diselesaikan sendiri oleh Pimpinan dan karyawan Puskesmas, maka permasalahan tersebut dapat dirujuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk ditindak lanjuti.

Elemen Penilaian:

  • Data kinerja dikumpulkan, dianalisis dan digunakan untuk meningkatkan kinerja Puskesmas.
  • Dilakukan audit internal secara periodik terhadap upaya perbaikan mutu dan kinerja dalam upaya mencapai sasaran-sasaran/indikator-indikator mutu dan kinerja yang ditetapkan.
  • Ada laporan dan umpan balik hasil audit internal kepada Pimpinan Puskesmas, Penanggung jawab Manajemen mutu dan Penanggung jawab Upaya Puskesmas untuk mengambil keputusan dalam strategi perbaikan program dan kegiatan Puskesmas.
  • Tindak lanjut dilakukan terhadap temuan dan rekomendasi dari hasil audit internal.

 

Audit internal dalam standar akreditasi :

  1. Difokuskan pada penilaian kinerja
  2. Bertujuan untuk peningkatan kinerja
  3. Dilakukan secara periodik
  4. Dilaporkan kepada kepala PUSKESMAS
  5. Diumpan balikkan pada auditess
  6. Wajib ditindaklanjuti
  7. Jika tidak dapat diselesaikan oleh PUSKESMAS dilakukan rujukan ke dinas kesehatan kabupaten/kota

Terlaksananya rujukan untuk menyelesaikan masalah dari hasil rekomendasi jika tidak dapat diselesaikan sendiri oleh Puskesmas

Pengertian Audit

Kegiatan mengumpulkan informasi faktual dan signifikan (dapat dipertanggung jawabkan) melalui interaksi (pemeriksaan, pengukuran dan penilaian yang berujung pada penarikan kesimpulan) secara sistematis, objektif, dan terdokumentasi yang berorientasi pada azas penggalian nilai atau manfaat

Audit merupakan instrumen bagai manajemen untuk membantu mencapai visi, misi dan tujuan organisasi

Beberapa pengertian yang digunakan dalam audit:

  • Kriteria audit:
    • Kumpulan kebijakan, prosedur atau persyaratan yang dipakai sebagai acuan
    • Kriteria audit digunakan sebagai acuan pembanding terhadap bukti audit
  • Bukti audit:
    • Rekaman, pernyataan fakta atau informasi lain yang relevan dengan kriteria audit dan dapat diverifikasi
  • Temuan audit:
    • Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit
    • Temuan audit dapat menunjukkan kesesuaian atau ketidaksesuaian dengan kriteria audit, atau peluang perbaikan

 

Jenis Audit

 

  • Audit internal: dilakukan di dalam suatu organisasi oleh auditor internal yang juga karyawan organisasi sendiri, untuk kepentingan internal organisasi sendiri.
    • Auditor internal tidak memiliki tanggung jawab hukum kepada publik atas apa yang dilakukan dan dilaporkannya sebagai termuan, dsebut juga sebagai: audit pihak pertama
    • Auditor internal bisa berbentuk unit, orang, atau panitia
  • Audit eksternal: audit yang dilakukan oleh pihak di luar organisasi,
    • Audit pihak kedua (oleh pelanggan: misalnya audit yang dilakukan oleh BPJS terhadap Faskes yang menjadi mitra kerja sama BPJS) dan
    • Audit pihak ketiga (oleh institusi independen: survei akreditasi, audit Bawas)

10 Esensi dari audit:

  1. Adalah proses interaktif antara auditor dan auditee (poihak yang diaudit)
  2. Adalah kegiatan sistematis: direncanakan, dikoordinasikan, dilaksanakan dan dikendalikan secara efisien
  3. Dilakukan dengan azas manfaat
  4. Dilakukan secara objektif
  5. Berpijak pada fakta dan kebenaran
  6. Melibatkan proses penilaian/pengujian, evaluasi, analisis
  7. Bermuara pada pengambilan keputusan
  8. Dilaksanakan berdasar standar/kriteria tertentu
  9. Merupakan kegiatan berulang
  10. Menghasilkan laporan

Tujuan Audit

Mendapatkan data dan informasi faktual dan signifikan berupa data , hasil analisa, hasil penilaian, rekomendasi auditor sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan atau perubahan

Tujuan audit internal

Membantu menyelesaikan permasalahan organisasi, dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja organisasi.

 

Dasar penetapan tujuan audit internal:

  1. Prioritas permasalahan yang dihadapi organisasi
  2. Rencana pengembangan pelayanan
  3. Persyaratan suatu sistem manajemen yang digunakan sebagai acuan
  4. Persyaratan regulasi atau persyaratan kontrak
  5. Evaluasi terhadap rekanan
  6. Adanya potensi risiko kegiatan organisasi
Dasar penetapan tujuan audit internal Contoh tujuan audit internal
Permasalahan prioritas yang dihadapi organisasi Menganalisis banyak terjadi complain pasien pada pelayanan farmasi
Rencana pengembangan pelayanan Mengidentifikasi peluang inovasi pada pelayanan laboratorium
Persyaratan suatu system manajemen yang diacu Mengetahui kesesuaian proses pelayanan laboratorium dengan standar pelayanan lab puskesmas
Persyaratan regulasi atau persyaratan kontrak Mengetahui kesesuaian sumber daya farmasi dengan permenkes No 75/2014
Evaluasi terhadap rekanan Mengevaluasi perjanjian kerjasama dengan laboratorium mitra
Potensi risiko kegiatan pelayanan Mengidentifikasi potensi risiko pelayanan imunisasi

 

Aktivitas Audit 

  1. Memastikan (konfirmasi dan verifikasi)
  2. Menilai (mengevaluasi dan mengukur)
  3. Merekomendasi (memberikan saran/masukan)

 

Prosedur yang biasa dilakukan auditor

  1. Telaah dokumen
  2. Observasi
  3. Meminta penjelasan dari auditee
  4. Meminta peragaan dilakukan oleh auditee
  5. Membandingkan kenyataan dengan standar/kriteria
  6. Meminta bukti atas suatu kegiatan/transaksi
  7. Pemeriksaan secara fisik terhadap fasilitas
  8. Pemeriksaan silang (cross-check)
  9. Mengakses catatan yang disimpan auditee
  10. Mewawancarai auditee
  11. Menyampaikan angket survey
  12. Menganalisis data

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s